Pemkab Luwu Buka Dompet Peduli Bayi Penderita Hidrosefalus

BELOPA---Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu melalui Dinas Sosial membuka rekening bank, Dompet Peduli untuk Ahmad Romansa bayi penderita penyakit Hidrosefalus yang saat ini tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Makassar. Selain membuka rekening untuk dompet peduli, Pemkab Luwu juga telah menyerahkan sejumlah bantuan bantuan kepada keluarga Ahmad Romansa.

Bupati Luwu, Ir. H. Andi Mudzakkar, MH saat bersama Yusri ayah Ahmad Romansa ditemui di ruang kerjanya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu warganya. Dalam kesempatan kemarin dirinya juga menjelaskan jika selama ini Pemkab Luwu tidak tinggal diam dan pernah ikut membantu Ahmad Romansa.

"Sebelum ramai diberitakan kami pernah turun membantu, bahkan Wakil Bupati Luwu, Bapak Amru Saher bersama Kadis Kesehatan, dr. Suharkimin Sumar, terjun langsung memantau kondisi bayi ini pada bulan januari lalu, selain turun melihat Pemkab Luwu juga telah memberikan bantuan," ujarnya.

Lanjut disampaikan bupati dua periode ini, hari ini, (kemarin.red) katanya, mereka membukakan rekening di Bank BRI untuk dompet peduli bagi Ahmad Romansa, selain itu, kepesertaan BPJS Kesehatan Mandiri keluarga mereka juga telah dicabut dan diganti dengan BPJS Kesehatan tanggungan Pemkab Luwu."Selain itu kami juga memberikan bantuan untuk meringankan beban orang tuanya," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKD), Moch Arsal Arsyad menjelaskan bahwa melalui usaha Pemkab Luwu, keluarga Ahmad Romansa juga mendapat bantuan melalui program CSR BPJS Ketenagakerjaan, dari perusahaan NV. Hadji Kalla dan pusat rehabilitsai Kementerian Sosial. "Keluarga Ahmad Romansa yang akan menerima langsung tanpa diwakili. Khusus untuk rekening dompet peduli, sesuai ketentuan akan dibuka hingga proses operasi bayi ini selesai atau paling tidak hingga dinyatakan sehat oleh dokter," ujarnya.

Untuk diketahui, Ahmad Romansa bayi berumur 11 bulan menderita penyakit Hidrosefalus sejak lahir. bayi malang ini adalah buah ahti dari pasangan suami isteri, Yusri dan Lisna. Anak terakhir dari empat bersaudara ini menderita penumpukan cairan di dalam otak sehingga membuatnya tumbuh terlihat kurang normal dengan bentuk kepala membengkak, besar seperti laiknya kepala orang dewasa.

Namun sejak berumur diatas 10 bulan, kondisi bayi ini makin parah sehingga pihak RSUD Batara Guru menyarankan agar dilakukan pengobatan di rumah sakit di Makassar. Kondisi terakhir kepala bayi ini terlihat sedikit terbelah dan menyerupai bentuk hati (love). Pada bulan januari 2017 lalu, Wakil Bupati Luwu, H Amru Saher bersama Kadis kesehatan, dr Suharkimin Sumar pernah menjenguk bayi ini.

Wakil Bupati Luwu mendorong bahkan mendesak agar dilakukan pengobatan di rumah sakit dengan jalan operasi. Namun karena kecintaan orang tuanya sehingga tidak tega jika bayi kecil ini harus menjalani operasi pemasangan selang di kepalanya. Kepala Desa Padang Lambe, Nasruddin Nasir, berharap semua pihak membantu pengobatan warganya ini. "Dia memang warga kurang mampu, pekerjaan ayahnya hanya sebagai tukang bat atau buruh itupun tidak menentu," ujarnya.(che)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment