DPRD Luwu: Masyarakat dan Mahasiswa Kawal Proyek Abrasi

BELOPA---Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu, meminta masyarakat dan mahasiswa mengawal proses pengerjaan beronjong di Sungai Cimpu Utara, yang sudah dianggarkan tahun ini.

Wakil ketua I DPRD Kabupaten Luwu, Andi Arifin Wajuanna, menyayangkan BPBD dan Pemerintah Kepala Desa Cimpu Utara yang tidak begitu respon soal keluhan warga di beberapa dusun di Desa Cimpu Utara, terkait abrasi sungai yang sudah merusak sedikitnya dua rumah warga dan satu masjid.

"Apa saja yang dikerjakan BPBD selama ini, Kepala desanya juga, masalah ini sudah lama tapi kenapa tidak segera ditindaklanjuti, kenapa tidak dianggarkan," tegas Arifin Wajuanna, saat menerima aspirasi masyarakat Cimpu Utara, Rabu (7/12) baru-baru ini.

Kepala Desa Cimpu Utara, Idris, mengapresiasi aksi yang dilakukan masyarakatnya bersama mahasiswa, hanya saja dia menyayangkan, karena dia baru dikabari akan ada aksi dari warga, selepas salat Dzuhur, Selasa kemarin.

"Persoalan ini sudah cukup lama, sebenarnya tahun 2013 yang lalu, sudah dianggarkan, tapi tidak bisa dikerjakan karena masih ada warga yang tidak mau membebaskan lahannya, akhirnya anggarannya dialihkan ke dwsa Cakkeawo," kata Idris.

Abrasi kata Idris, tidak hanya terjadi di satu dusun, ada juga di dusun Palemping, di dusun itu, kondisinya lebih parah, ada 10 rumah yang terkena dampak abrasi sungai.(wd)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment