Banggar Sebut Minyak Lain Diolah Jadi Boka

PALOPO---Pembahasan anggaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palopo makin alot hingga pukul 11.45 saat ini di ruang Musyawarah DPRD Palopo oleh Badan Anggaran (Banggar)

Bahkan dalam pembahasan ini, anggota banggar nyasar menyinggung program minyak goreng Boka milik Dinas Koperindag.

Abdul Rauf Rahim politisi Nasdem saat pembahasan menyinggung pembagian minyak goreng Boka di Palopo baru-baru ini.

"Itu minyak goreng lain yang diolah jadi boka, ini pembohongan," ujarnya lantang dalam rapat yang dihadiri seluruh pimpinan DPRD Palopo, Kepala Bappeda, Firmanzah, Kadis Disdik, Akram Riza dan anggota banggar lainnya.

Abdul Rauf Rahim menyayangkan hal ini, karena menurutnya minyak Boka ini belum memiliki standar SNI sehingga belum layak dikonsumsi. "Saya lihat di koran ada pembagian minyak Boka, padahal Boka ini belum ber SNI, itu minyak goreng lain yang diolah jadi Boka," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan, Andi Herman Wahidin, juga menyampaikan kalau Boka yang diolah Dinas Koperindag belum ber SNI.

"SNI tidak akan pernah dikeluarkan oleh pusat kalau belum ada pembenaham pabrik yang ada di KIPA karena Boka bahan bakunya minysak sawit tidak semudah pengolahan minya kelapa," jelas Herman Wahidin.

Dijelaskan sawit ada beberapa unsur yang dikandung didalamnya yang berbahaya atau tidak layak dikonsumsi. "Ini memerlukan mesin khusus untuk mengeluarkan unsur itu, ini yang belum ada dimiliki," kuncinya.(che)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment