Ada Pungli di Samsat Luwu?

                                      Foto : int.

BELOPA---Pelayanan di kantor Satuan Manunggal Pelayanan Terpadu (Samsat) Luwu, disoroti. Ditengarai ada pungutan liar (pungli) di kantor pelayanan pengurusan pajak kendaraan bermotor ini.

Muhtar, salah seorang warga yang mengurus pembayaran pajak mobilnya mengaku membayar lebih dari yang tertera dalam notice.

"Tidak hanya terjadi kelebihan pembayaran pajak, STNK yang kita urus tidak pasti kapan akan selesai, ada yang sudah sampai berbulan-bulan, tak kunjung selesai,” kata Muhtar, rabu, (14/12) siang tadi.

Bukan hanya Muhtar, sejumlah wajib pajak lainnya juga mengeluhkan hal serupa, mereka mengaku sudah membayar lebih awal, belakangan petugas Samsat menghubungi dan mengatakan ada kelebihan pembayaran pajak. Anehnya, meski mengakui ada kelebihan pembayaran, uang kelebihan tersebut, tidak segera dikembalikan.

"Bagaimana mungkin bisa terjadi kelebihan pembayaran, bagaimana mereka menghitung beban pajak kendaraan,” ujar salah seorang wajib pajak.

Kelebihan pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut, jumlahnya variatif, mulai Rp100 ribu, hingga Rp250 ribu. Bendahara Samsat Luwu, pun mengakui pihaknya keliru saat menghitung nominal pajak yang harus dibayar.

“Kami salah hitung, “ kata Laode, bendahara Samsat Luwu, belum lama ini.

Sementara Kepala UPTD Samsat Luwu, Kasmir, mewanti-wanti anggotanya agar tidak bermain-main dengan urusan pajak. Mereka bisa saja berurusan dengan hukum jika mau mengambil keuntungan dari wajib pajak.

"Jangan serakah, nikmati saja gaji yang kita terima, itu sudah jauh dari cukup," kata Kasmir, kepada sejumlah stafnya, belum lama ini.

Dia menjelaskan, warga yang mengurus STNK kendaraan, memang harus menunggu beberapa hari, sebab kendaraan yang wajib pajaknya di luar kabupaten Luwu, harus diproses di daerah asal.

"Memang kalau dari luar daerah, harus menunggu, kaena diproses di Samsat di mana kendaraan itu berasal, misalnya kode Makassar, yah harus di proses di Samsat Makassar," katanya.(wd)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment