Tangkal Isu SARA, Warga Lutim Bentuk Forum Lintas Budaya dan Agama

MALILI---Plt. Kepala Dinas Pendidikan Budaya Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (DIKBUDPARMUDORA) Kabupaten Luwu Timur, Drs. Labesse mengingatkan agar warga Luwu Timur tidak perlu terpancing dengan isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan  (SARA) seperti yang sedang santer di ibu kota Jakarta.

Untuk itu Labesse sangat mengapresiasi acara "Tudang Sipulung Mappaseddi Ada", yang digelar oleh warga Malili untuk mempererat silaturahmi antar pemangku adat dari berbagai daerah dan latar belakang, baik suku maupun agama. (28/ 11/ 2016)

"Kegiatan ini memang sangat tepat karena kita di Luwu Timur ini terdiri dari berbagai suku dan agama", kata La Besse. Ia menuturkan, meski Kabupaten Luwu Timur memiliki budaya dan penduduk yang kompleks, tetapi daerah tersebut dapat meredam konflik yang dilatarbelakangi isu SARA.

Kegiatan yang selain dihadiri oleh sejumlah tokoh adat Kabupaten Luwu Timur tersebut juga dihadiri oleh tokoh pemuda dan unsur Tripika Kecamatan Malili.

Selain mendiskusikan tentang semakin tergerusnya budaya dan kearifan lokal pada generasi muda, kegiatan yang berlangsung di Desa Baruga Kecamatan  Malili tersebut, juga menyepakati untuk membentuk sebuah forum yang mewadahi seluruh latar belakang Budaya, suku dan agama yang ada di Kabupaten Luwu Timur.

Kita berharap kegiatan ini dapat menambah kekompakan dan kebersamaan kita. "Modal paling berharga kita adalah kebersamaan, kedamaian dan ketenangan. Dan saya yakin akan menjadi kekuatan kita di Luwu Timur," Pungkas Labesse. (Mad/ hms)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment