Judas Amir Resmikan RS Mega Buana Palopo, Dr. Nilawati Uly : Fasilitas Bintang Lima, Tetap Layani Pasien BPJS

PALOPO---Wali Kota Palopo, HM Judas Amir meresmikan Rumah Sakit (RS) Mega Buana Palopo, senin, (28/11) siang kemarin. Rumah sakit ini menurut Judas Amir adalah rumah sakit terlengkap dan termewah yang ada di Luwu Raya saat ini.

Hadir pada peresmian kemarin, Direktur PT Mega Buana Medika, Dr.Nilawati Uly,S.Si.Apt.M.Kes,  Direktur RS Mega Buana Palopo, dr.Caroline Noordin Sp.KK,MH.Fias FINSDV dan Pembinan yayasan mega buana Rahim Munir,S.Sp MM.

Sebelum peresmian, Dr Nilawati Uly dalam penyampaiannya, RS Mega Buana Palopo memiliki lahan luas 2.700 meter persegi dengan bangunan terdiri dari empat lantai.

"Lantai satu pelayanannya ruang rawat jalan, Instalasu Gawat Garurat atau IGD, ruang radiologi, apotek, ruang laboratorium, selanjutnya lantai dua ada  ruang VK dan ruang OK, lalu kemudian kami juga memiliki ruang perawatan terdiri dari presiden suit, suit A dan suit B yang mana masing-masing memiliki fasilitas yang setara dengan hotel berbintang," urainya.

Lanjut disampaikan RS Mega Buana Palopo sepertu rumah sakit lainnya juga memiliki ruang kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 dimana seluruh ruangann menggunakan fasilitas pendingin AC dimana perawat, bidan termasuk dokter setiap harinya standby 24 jam melakukan pelayanan.

"Fasilitas tambahan lainnya yang tidak kalah petingnya yakni fasilitas penunjang radiologi yaitu CT Scan serta USG empat dimensi," ujarnya. Perempuan yang juga pemilik STIKES Mega Buana ini menambahkan mereka juga ditunjang 12 dokter specialis dalam pelayanan kesehatan setiap hatinya.

"Untuk dokter specialis kami memiliki 12 dokter specialis yang terdiri dari dokter specialis interna kemudian bedah,  anak, obgen , bedah ortopedi, bedah syaraf, dokter spesialis THT, mata dan gigi," ujarnya.

Dari seluruh kelebihan yang dimiliki ditambah kemewahan ruangan di RS Mega Buana, Direktur RS Mega Buana Palopo, dr.Caroline Noordin Sp.KK,MH.Fias FINSDV menegaskan pihaknya tetap akan melayani pasien BPJS Kesehatan semua kelad baik yang mandiri maupun peserta BPJS Kesehatan tanggungan pemerintah.

"Meski dengan pelayanan ruangan setara hotel berbintang, kami tetap melayani pasien BPJS Kesehatan baik mandiri maupun pasien BPJS Kesehatan tanggungan pemerintah pengganti Jamkesda dan Jamkesmas atau KIS, pelayanannya kami perlakukan sama tidak ada pembedaan pelayanan umum terhadap pasien kami," ujarnya.

Untuk elayana medis lainnya terdri dari instalasi farmasi, instalasi laboratoirum, instaalsi radiologi dimana saat ini ruang radiologi RS Mega Buana. Sementara itu untuk sumbeda daya manusia rumah sakit ini dilengkapi tenaga media 56 orang, yang terbagi dari perawat 46 orang bidan 9 orang, medik 1 orang, 10 orang di HRD dan tenaga non medis 42 orang.

Direktur RS Mega Buana Palopo menyebutkan pihak bekerjasama dengan konsultan Hermina Hospital Group dalam perencanaam dan desaign pembangunan juga dalam perekrutan dan pelatihan serta  pendidikan pegawai  khususnya perawat bidan dan tenaga kesehatan lainnya. "Jumlah total seluruhnya 125 orang yang mana selama satu tahun sejak tahun 2014 itu diberangkatkan bertahap ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan di Hermina Hospital Group di Jakarta," katanya.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, menyambut baik kehadiran RS Mega Buana Palopo. Dirinya mengatakan bahwa apa yang telah dipersembahkan oleh pemilik RS Mega Buana Palopo, Dr.Nilawati Uly,S.Si.Apt.M.Kes, bersama suaminya, Rahim Munir S.Sp Mm selaki Pembinan Yayasan Mega Buana patut dicontoh.

"Beliau sepasang suami isteri ini tidak banyak bicara, tidak banyak menyorot, apa yang mereka lakukan selama itu, yaitu bekerja dan berkarya sampai saat ini telah mewujudkan rumah sakit yang saya nilai adalah rumah sakit termegah di Kota Palopo yang ada sekarang," ujarnya.

Selain itu, Judas Amir, berterima kasih kepada Managemen RS Mega Buana Palopo yang telah bersedia mengikuti instruksi pemerintah untuk mau menerima pasien BPJS Kesehatan secara keseluruh baik mandiri maupun peserta tanggungan pemerintah.

Ditambahkan Wali Kota Palopo kemarin, saat ini kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Palopo sebanyak 46.000 lebih yang merupakan tanggungam pemerintah pusat, 51.000 lebih dibawah tanggungan Pemkot Palopo. "Peserta mandiri sekira 20 ribu orang dan yang belum nemiliki BPJS sekira 24 ribu orang," kuncinya.(Che)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment