Tiga Pemuda Mengamuk di Walenrang, 2 Orang Meregang Nyawa

Tiga Pemuda Mengamuk di Walenrang, 2 Orang Meregang Nyawa
Suasana rumah duka korban penikaman, Selasa siang tadi. 
WALMAS, KLIKNEWS.ID --- Seorang siswa SMAN 2 Walenrang, Danit Sudirman Gattang alias Onting (17), meregang nyawa setelah ditikam beberapa kali di bagian rusuknya, di Lapangan Batusitanduk, Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulsel, Selasa, (23/8) sekira pukul 24.15 dini hari.

Korban ditikam sebanyak empat kali oleh pemuda yang diduga masih memiliki hubungan keluarga. Siswa kelas XII atau kelas III ini ditikam pada bagian rusuk sebelah kanan sebanyak dua kali, rusuk sebelah kiri satu kali dan bagian belakang sebanyak sekali.

Setelah terkapar di Lapangan Batusitanduk, Onting, sempat mendapat pertolongan warga dan dilarikan ke Puskesmas Walenrang. Namun akibat luka serius dan mengalami pendarahan hebat, nyawanya tidak dapat tertolong dan meninggal dunia di Puskemas tidak lama setelah kejadian.

Pelaku yang diduga sebanyak tiga orang yakni, Aidil, Appi alias Bram dan Ambung, juga melakukan aksi pemarangan kepada lelaki bernama Paisal alias Ancong (21) di waktu bersamaan.

Korban Ancong juga meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Sawerigading Kota Palopo. Luka terbuka akibat tebasan parang di bagian kepala tidak mampu ditangani oleh dokter, akibatnya Ancong meninggal juga tidak lama setelah kejadian.

Wakapolres Luwu, Kompol Sainong, setelah menghadiri pemakaman kedua korban, menyebutkan dari tiga pelaku tersebut pihaknya baru menangkap satu orang diantaranya yakni Ambung.

"Satu orang pelaku bernama Ambung telah kami amankan saat berada di Kelurahan Bulo Kecamatan Walenrang sekira pukul 06.30 tadi. Pengakuannya dia ingin menyerahkan diri setelah menyadari perbuatannya salah, namun karena banyaknya massa akhirnya dia kabur untuk mengamankan diri," kata Sainong.

Dua pelaku lainnya, yakni Appi dan Bram masih dalam pengejaran polisi. "Kami sudah melakukan komunikasi dengan keluarga kedua pelaku Appi dan Bram agar meminta mereka menyerahkan diri," katanya.

Kapolsek Walerang, AKP Amos Bija yang juga menghadiri pemakaman kedua korban menjelaskan kronologi kejadian sebelum Onting dan Ancong ditikam dan diparangi.

Diceritakan Amos, awalnya, ketiga pelaku, Ambung yang beralamatkan di Dusun Pabuntang Kelurahan Bulo Kecamatan Walengrang, Aidil alamat di Dusun Balla Desa Kendekan Kecamatan Walenrang Timur, dan Appi alias Bram alamat di Dusun Pabuntang Kelurahan Bulo Kecamatan Walenrang mendatangi sejumlah orang di Lapangan Batusitanduk.

"Saksi menceritakan jika mereka mendatangi saksi sambil bertanya, mana jagonya Batusitanduk, dengan menggunakan dialek bahasa daerah," kata Amos Bija.

Beberapa orang yang di tribun Lapangan Batusitanduk sekitar pukul 23.45 malam itu lari karena takut dan memilih duduk di konter penjual pulsa tidak jauh dari Tribun Lapangan Batisitanduk.

Berselang sekira 5 hingga 10 menit, datanglah kedua korban boncengan menggunakan motor scoopy. "Korban kemudian menyapa ketiga orang pelaku dengan dialeg daerah, 'ohh kau ternyata,' kemudian korban berbalik dan meninggalkan ketiga pelaku," kata Kapolsek Walenrang.

Namun setelah berbalik, salah seorang dari pelaku menarik bahu salah seorang korban. "Sepertinya ada ketersinggungan, dari keterangan dua saksi lainnya yang ada di tribun saat itu. Mereka awalnya adu mulut, saling dorong kemudian tiga orang pelaku mengeluarkan badik dan parang yang telah mereka bawa," kisa Amos.

Sampai saat ini, pihak Polres Luwu masih melakukan pemeriksaan dan introgasi sekaitan pemilik badik dan parang yang sudah disita polisi termasuk siapa yang menikam dan melakukan pemarangan.

"Saksi menyebutkan setelah ditikam, korban Onting, yang merupakan siswa SMA ini sempat lari dan berusaha mencari pertolongan, namun pelaku mengejarnya ke dalam lapangan, siswa ini kemudian ditikam kembali dan akhirnya terjatuh," jelas mantan Kasat Reskrim Polres Palopo ini.

Korban lainya yakni Paisal alias Ancong (21) juga mengalami luka parah, kepalamya mengalami pendarahan hebat akibat tebasan parang.

"Kami akan terus mengejar pelaku sampai tertangkap, kami minta keluarga korban tidak terpancing dan mengambil tindakan lain, percayakan kepada kami untuk menangkap pelaku dan memprosesnya secara hukum," janji Amos Bija. (che)

Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment