Mahasiswa Galang Dana Untuk Korban Eksekusi Sampoddo

Mahasiswa Galang Dana Untuk Korban Eksekusi Sampoddo
Mahasiswa saat turun ke jalan menggalang dana untuk warga Sampoddo. 
PALOPO, KLIKNEWS.ID --- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Palopo melakukan aksi penggalangan dana di jalan untuk korban eksekusi di dua kelurahan, Sampoddo dan Purangi, di Kecamatan Wara Selatan, Selasa 19 Juli 2016, perempatan lampu merah Jalan Balaikota Palopo.

Akasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa tersebut dalam rangka mengumpulkan dana untuk membantu warga yang digusur.

Dalam orasinya, korlap, Hajis, meminta kepada setiap pengendara yang melintas untuk berpartisipasi dalam membantu meringankan beban dan penderitaan masyarakat Sampoddo-Purangi yang telah dirobohkan rumahnya.

Hajis (24), mengatakan, hasil dari penggalagan dana tersebut akan diserahkan ke warga Sampoddo-Purangi berupa logistik, seperti beras makanan ringan serta air bersih. Hanya saja mereka masih menungu hingga dana terkumpul. Ia juga menunggu konfirmasi tim mereka yang ada di lokasi eksekusi yang mencari titik berkumpulnya warga yang menjadi korban eksekusi.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL), Obeng, yang juga hadir saat aksi solidaritas tersebut, mengaku sangat kecewa dengan pemerintah kota yang tidak melakukan kesiapan untuk membantu warga dua kelurahan tersebut.

"Posko yang disediakan oleh pemerintah, tidak efektif. Sebab sangat jauh dari lokasi eksekusi, sehinga masyarakt tidak ingin mengunsi di tenda yang telah disediakan oleh pemerintah kota," kata Obeng.

Harusnya, kata dia, sebelum eksekusi berjalan, pemerintah kota sudah siap siaga untuk membantu warga Purangi dan Samppodo yang dieksekusi lahanya. Sehingga pasca ekesekusi, warga tidak terkatung-katung tanpa kejelasan tempat tingal dan menderita kelaparan seperti sekarang.

Menurut Obeng, pemerintah kota tidak boleh lepas tangan terhadap mereka. Sebab mereka juga punya hak untuk diperhatikan. "Seharusnya pemkot sudah memiliki starategi bagaimana ke depannya, tidak lepas tangan begitu saja," jelas aktifis dari IAIN Palopo itu. (HLN)

Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment