Tahun Ini, Palopo Mulai Terapkan K-13 di Semua Sekolah

Tahun Ini, Palopo Mulai Terapkan K-13 di Semua Sekolah
Kadisdik Palopo, Akram Risa. 
PALOPO, KLIKNEWS.ID --- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palopo, tahun ajaran (TA) 2016 ini mulai menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) di seluruh sekolah yang ada di Kota Palopo.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Akram Risa, Selasa 28 Juni, menjelaskan, saat ini pihaknya bersama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel tengah memberikan pelatihan kepada para guru.

Hal ini sebagai upaya mempersiapkan guru untuk penerapan K-13. Sehingga penerapan K-13 ini benar-benar bisa maksimal di sekolah. "Pada dasarnya, kita sudah siap menerapkan kurikulum yang sempat ditunda ini. Pelatihan guru untuk SMK kita jadi tuan rumah disini, yakni ada beberapa daerah tetangga datang ke sini untuk pelatihan. Untuk guru SMP saat ini sementara menjalani pelatihan di SMAN 3 Palopo," jelasnya.

Menurutnya, ada tiga hal yang paling utama dalam penerapan proses perubahan K13. Pertama standar kompetensi lulusa (SKL), kemudian standar proses pembelajaran, standar penilaian dan standar isi. Menurutnya, yang ditekankan ada dua yaitu standar proses pelajaran yaitu dengan pendekatan saintifik atau keilmuan kemudian standar penilaian pendekatan autentik.

"Guru diharapakan dalam mengelola proses pembelajaran mengintegrasikan karakter dengan pengetahuan sesuai dengan bidang studi yang diajarkan," jelasnya.

Sehingga menurut Kadis Pendidikan Palopo, guru menjadi inspiratif atau mengisnpirasi peserta didiknya dalam proses belajar mengajar. Dalam penerapatan kurikulum 13, guru ditekankan untuk memotifiasi siswanya agar bisa memunculkan kecerdasan emotional dan spiritual.

"Ada tiga komponen knolowdge atau pengetahuan, skil atau keterampilan dan etitute atau sikap. Kalau mau sukses salah satu yang harus dibangun adalah membangun sikap yang baik," sebutnya.

Dalam persiapan penerapan kurikulum 13 di Luwu Raya, Palopo menjadi tuan rumah dalam workshop sosialisasi K13 di sekolah-sekolah. Untuk SMK ada sejumlah daerah yang ikut pada workshop K13 ini diantaranya Wajo, Toraja dan Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur serta Kota Palopo sendiri, dengan jumlah peserta yang ikut berkisar 270 orang. Untuk SMP diikuti 245 orang guru dari Kota Palopo dan Kabupaten Luwu.

"Salah satu yang dipersoalan oleh guru dalam penerapan kurikuum K13 sebelumnya adalah standar penilaian, dimana sistem penilaian dianggap terlalu rumit, terutama penilaian karakter atau sikap. Pelaksanaan penialain K 13 di tahun 2016 saya rasa lebih baik dan lebih mudah," kuncinya. (CHE)

Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment