Ops Ramadniya Mulai 30 Juni, Polres Turunkan 214 Personel

Ops Ramadniya Mulai 30 Juni, Polres Turunkan 214 Personel
Wali Kota Palopo saat rakor bersama Polres Palopo dan TNI dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1437 H. (hms) 
PALOPO, KLIKNEWS.ID --- Dalam rangka pengamanan arus mudik dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H, seluruh aparat keamanan dan pemerintah menggelar Rapat koordinasi (Rakor) dan diskusi pengamanan, di ruang Data Mapolres Palopo, Jumat, 24/06/16.

Rakor yang menetapkan pelaksanaan operasi Ramadniya dimulai sekira pukul 09:50 Wita hingga pukul 11:30 Wita. Operasi Ramadniya 2016 ditetapkan akan dilaksanakan selama 16 hari yang dimulai 30 Juni - 15 Juli 2016 mendatang. Operasi ini akan menurunkan 214 personel kepolisian dan dibantu TNI, tenaga medis, dan Dishub.

Pada pertemuan yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk Pemerintah Kota Palopo dalam hal ini Dinas Koperindag untuk melakukan sidak pasar agar tidak ada pedagang yang main-main dengan harga.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir memberi dukungan penuh kepada pihak kepolisian, TNI dan intansi terkait dalam upayanya menciptakan situasi kamtibmas di Kota Palopo. Apalagi jelang lebaran. Wali kota juga akan mencoba melakukan koordinasi dengan dinas terkait soal bantuan dana operasi tersebut. "Mari sama-sama bekerja, kita menjaga Kota Palopo agar aman dan nyaman," ujar wali kota.

Pada rakor kali ini masalah transportasi angkutan darat juga di soal seperti kenaikan tarif angkutam serta pemeriksaan kesehatan para sopir-sopir bus sebelum mengemudikan mobil karena kejadian sebelumnya sopir bus yang menyerempet mobil dinas dandim di daerah Sidrap, beberapa waktu lalu hasil pemeriksaan sopirnya habis mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

“Makanya saya meminta Dinkes, Jasa Raharja, Dishub, dan Lalu Lintas untuk melakukan pengecekan kepada sopir-sopir bus. Kalau bisa lakukan tes urine," tegas Judas.

Sementara itu Kapolres Palopo pada kesematam itu menyamaikan selama 19 hari Ramadan, ada empat tindak pidana dan penyakit masyarakat yang mendominasi. Diantaranya, kasus curanmor, narkoba, balapan liar dan petasan. Juga ada sekali perkelahian antar warga di wilayah hukum Polsek Wara Selatan.

Pada kesempatan itu juga kapolres meminta bantuan kepada wali kota untuk memasang CCTV di titik-titik yang dianggap rawan. Seperti di seputar gedung Saodenrae, lapangan Pancasila, pusat-pusat perbelanjaan dan sejumlah titik lainnya. "Ini diharapkan agar beberapa kejadian tindak krimanal yang terjadi akan memudahkan pihak kepolisian mengidentifikasi pelaku,” harapnya.

Beberapa Permasalahan lain juga dibahas, seperti, pedagang dadakan yang menjajakan dagangannya hingga ke badan jalan. Serta Peredaran uang palsu dan Ancaman-ancaman teroris juga patut diwaspadai. Kapolres juga mengharapkan kepada pihak PLN, selama Ramadan dan lebaran jangan ada mati lampu.

Pelaksanaan Operasi Ramadniya 2016 ini merupakan operasi terpusat terkait kegiatan masyarakat, perkiraan ancaman dan penindakannya. Itu sebelum, saat dan pasca lebaran. Dan pada operasi Ramadniya 2016, Polres Palopo Turunkan 214 Personil.

Selain Walikota Palopo, HM Judas Amir, Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono SIk, turut hadir pada rakor tersebut yakni Dansubdenpom VII/4-1 Palopo, Kapten Cpm Adi Santoso, Pasi Ops Kodim 1403/Swg, Lettu Syarifuddin (mewakili Dandim 1403/Swg, Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi), camat, lurah, Ketua Senkom, perwakilan Satpol PP, PLN, Dishub, pramuka, Dinkes, kapolsek-kapolsek dan para kasat Polres Palopo. (hms)

Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment