Lutim Komitmen Berantas Kekerasan Perempuan dan Anak

Lutim Komitmen Berantas Kekerasan Perempuan dan Anak
Para muspida Lutim saat acara memberantas kekerasan perempuan dan anak. 
MALILI, KLIKNEWS.ID --- Untuk meningkatkan perlindungan serta pemenuhan hak perempuan dan anak di Kabupaten Luwu Timur, Menuju Luwu Timur Terkemuka 2021, Pemerintah Daerah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaunching program Three Ends.

Program ini menitik beratkan pada tiga hal utama yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi perempuan. Program ini dilaunching di halaman Kantor Bupati, Jumat (03/06/2016).

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Luwu Timur, Rosmiyati Alwi mengatakan program three ends diluncurkan pertama pada rapat koordinasi nasional Kementerian Pemberdayaan PP dan PA tanggal 28-31 Maret 2016 di Manado, Sulawesi Utara, yang ditujukan sebagai upaya untuk menekan tindak kekerasan, perdagangan dan kesenjangan.

“Program ini kemudian ditindaklanjuti didaerah dengan penandatangan deklarasi kesepakatan, pemasangan stiker hingga jingle ends agar program ini benar-benar dapat tersosialiasi dengan baik di masyarakat” katanya.

Ia melanjutkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan data di Luwu Timur, di tahun 2014, bentuk-bentuk kekerasan atau penganiayaan sebanyak 49 kasus, pelecehan seksual 20 kasus, pemerkosaan ada 3 kasus, pengancaman ada 2 kasus, KDRT ada 32 kasus, dan kasus lain ada 4 laporan.

Sementara tahun 2015, penganiayaan sebanyak 26 kasus, korban kekerasan seksual sebanyak 13 kasus, dan pengancaman sebanyak 21 kasus.

Menganggapi hal tersebut, Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera dihentikan. "Kalau bisa di Luwu Timur kedepannya, zero kekerasan terhadap perempuan dan anak," jelasnya.

Menurutnya program ini harus didukung semua pihak dan menyatakan komiten bersama menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mulai dari unsur pemerintah, aparat keamanan, pemuka agama dan seluruh elemen masyarakat, semua harus dilibatkan.

"Khusus untuk pemuka agama baik ulama, pendeta, maupun pinandita, saya minta agar dalam setiap materi ceramah, menyisipkan materi ajakan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan, pasalnya pendekatan agama sangat efektif  mengurangi kasus seperti ini," tandasnya. (hr/hms)

Lutim Komitmen Berantas Kekerasan Perempuan dan Anak

Lutim Komitmen Berantas Kekerasan Perempuan dan Anak

Lutim Komitmen Berantas Kekerasan Perempuan dan Anak

Lutim Komitmen Berantas Kekerasan Perempuan dan Anak

Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment