Tolak Eksekusi, Warga Sampoddo Jejer Keranda Mayat di Tengah Jalan Trans Sulawesi

Tolak Eksekusi, Warga Sampoddo Jejer Keranda Mayat di Tengah Jalan Trans Sulawesi
Keranda mayat yang dijejer di tengah jalan sambil orasi. 
PALOPO, KLIKNEWS.ID --- Sebagai bentuk penolakan warga terhadap rencana eksekusi lahan milik sekitar 43 warga, berdasarkan putusan pengadilan, yang memenangkan penggugat M Nur terhadap 43 warga Sampoddo dan Purangi, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulsel, mereka membuat keranda mayat dan meletekkan di tengah jalan trans Sulawesi, Jalan Jenderal Sudirman Kota Palopo, Selasa 10 Mei 2016.

Keranda mayat tersebut dijejer sambil melakukan orasi penolakan eksekusi lahan. Warga kelurahan Sampoddo bersama Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND).

Baca Juga: Warga Sampoddo Protes Rencana Eksekusi

Meski sudah ada Putusan Peninjauan Kembali (PK) yang sudah inkrah dari Mahkamah Agung yang dimemenangkan  pihak penggugat, namun warga rencana eksekusi dengan alasan dalam amar putusan tidak menyebut secara rinci letak dan batas objek sengketa.

Kordinator Aksi Darmawan mengatakan ada oknum penegak hukum tidak mencermatidan meneliti perkara sebelum menerima dan memutus perkara. Ia menyebut perkara tersebut seharusnya ditolak lantaran ada proses hukum yang berjalan pada objek yang sama. "Harusnya perkara ini di tolak. Karena perkara ulangan. ne bis in idem istilah hukumnya," ujarnya.

Sekedar diketahui luas lahan Warga Sampoddo yang akan dieksekusi seluas 25,5 hektar. Perkara ini sudah lama rencananya akan dieksekusi namun warga setempat menolak karena sudah ada putusan sebelumnya yang diklaim dimenangkan warga. (wandi)


Tolak Eksekusi, Warga Sampoddo Jejer Keranda Mayat di Tengah Jalan Trans Sulawesi

Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment