Plt Sekda Palopo Harap Lahan yang Akan Disertifikat Harus Dicek Kebenarannya

Plt Sekda Palopo Harap Lahan yang Akan Disertifikat Harus Dicek Kebenarannya

PALOPO, KLIKNEWS.ID --- Sebagai antisipasi adanya sengketa lahan di kemudian hari, Pelaksana Tugas (Plt) Sektetaris Daerah (Sekda) Kota Palopo, H Jamaluddin Nuhung, mewanti-wanti pihak terkait agar mengecek langsung ke lapangan terkait kebenaran kepemilikan lahan yang akan disertifikat, khususnya berkas yang diajukan sertifikat lahan pertanian.

Hal itu disampaikan pada sosialisasi Pra Sertifikasi lahan pertanian TA 2016, di Aula Kantor Kecamatan Telluwanua, Senin 30 Mei 2016.

Jamaluddin mengharapkan kepada masyarakat Calon penerima manfaat agar memahami bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut adalah tahap awal atau pra. Artinya belum masuk pada proses pembuatan sertifikat. Namun masih dalam tahapan verifikasi berkas untuk lahan pertanian yang dimiliki masyarakat.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang baik, jadi kita berharap semua pihak menyambut kegiatan ini dengan baik pula," harap Sekda.

Penekanan terhadap kegiatan tersebut dimaksudkan agar kegiatan tersebut dilaksanakan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga diharapkan tidak menimbulkan masalah. Bukan apa-apa, lahan persawahan yang ada saat ini tidak semuanya merupakan milik perseorangan, bahkan ada sawah yang merupakan milik orang lain yang hanya hanya dikerjakan oleh masyarakat, kalaupun ada mungkin hanya sebahagian saja.

“Beberapa lahan persawahan adalah milik keluarga yang tentunya bukan milik satu orang, jadi saya minta pihak yang berkompeten harus selektif dalam memeriksa pengajuan berkas lahan dari masyarakat, kalau perlu diadakan pengecekan langsung di lapangan,” Tegas Sekda.

Program ini hanya berlaku untuk satu lahan per orang. Jangan sampai karena ini gratis ada yang memanfaatkan dengan mangajukan lahan lebih dari satu. Sekda juga mewanti wanti pihak pihak lain yang tidak bertanggung jawab yang naninya memanfaatkan program ini untuk memeras masyarakat.

“Saya harap agar program ini dikawal pelaksanaan di lapangan karena ditakutkan jangan sampai ada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan program ini untuk memeras masyarakat karena bagi saya masyarat sejahtera pemerintah juga sejahtera,” ungkapnya.

Seentara itu, Kepala dinas Pertanian dan Perikanan Kota Palopo pada kesempatan itu menyampaikan kalau program ini merupakan kementrian pertanian dan tanaman pangan yang melekat di dinas pertanian dan  holtikultura provinsi sulsel yang memberikan kepercayaan kepada dispertanak kota palopo untuk melaksanakan.

Lanjutnya Ini juga merupakan kegiatan perdana untuk dinas pertanian sebagai upaya agar lahan pertanian masyarakat daoat dimiliki secara utuh.  “Artinya ada kekebalan hukum yang akan diterima oleh masyarakat sebagai pemilik lahan,” ungkap Mas Jaya.

Terkait Program menurut Mas Jaya terbagi 2 tahapan dimana tahapan awal dilaksanakan pra sertifikasi tahun 2016 ini guna meluncurkan anggaran untuk melakukan legalitas hukum terhadap 150 bidang sawah pertanian dan selanjutnya akan di sertifikatkan tahun 2017 sebagai program selanjutnya.

“Semua calon penerima manfaat diharapkan melengkapi dokumen sesuai dengan kebutuhan yang nantinya akan di perhadapkan. Inilah kenapa ada pra pelaksanaan," katanya.

Dalam pelaksanaan ini juga Mas Jaya mengarapkan pemerintah setempat khususnya kepada masing masing lurah agar dapat bekerja sama guna meakukan falidasi data.

Sementara itu pihak BPN yang juga hadir pada kesempatan itu menjamin akan mempercepat proses pembuatan sertifikat bahkan dirinya menjanjikan  pada maret 2017 sertifikat lahan dari para penerima manfaat sudah akan diterima.

“Saya jamin bulan maret 2017 saya akan legalitaskan dan akan mempercepat proses penyelesaian sertifijat asalkan semua data kelengkapan sudah siap, karena yang namanya kolektif satu bermasalah satu kelurahan akan dipending,” ungkapnya.

Dijelaskan pada Rapat awal dengan kepala dinas, dirinya sudah mempertegas   bahwa BPN hanya akan menerima satu bundel berkas yang sudah clean and clear, atau sudah siap proses. Dan bagi masyarakat yang belum bisa melengkapi berkas maka akan ditangguhkan dan akan di gantikan dengan lahan lain.

Sementara Camat Telluwanu Budiman Sulaiman berjanji akan mengawal proses ini dengan teliti sehingga berkas yang nantinya akan di berikan ke pihak BPN adalah berkas yang betul betul siap untuk di proses.

Berdasarkan data yang ada 150. Bidang sawah akan dilakukan validasi berkas dan masing masing pemilik lahan akan di presur agar segera melengkapi berkas berkas yang diperlukan.

Pada pelaksanaan Pra Sertifikasi lahan turut dihadiri para lurah, penyuluh, dan masyarakat penerima manfaat. (hms)


Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment