Kapolres Palopo Diminta Kembalikan Uang Pengamanan Eksekusi Rp 437 Juta

Kapolres Palopo Diminta Kembalikan Uang Pengamanan Eksekusi Rp 437 Juta
PALOPO, KLIKNEWS.ID--Muhammad Nur selaku pemohon eksekusi lahan sampoddo seluas 25, hektar melalui lima kuasa hukumnya meminta Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijono SIK mengembalikan uang pengamanan eksekusi sebesar Rp 437 juta.

Permintaan pengembalian uang tersebut buntut dari kegagalan Dudung mengamankan jalannya eksekusi."

"Segala biaya operasional selama eksekusi kami minta dikembalikan."Kata A.Erwin SH. saat jumpa pers di Hotel Platinum Jln Andi Jemma Palopo. Kamis,(26/05)

Mereka  sangat kecewa atas penundaan tersebut lantaran segala permintaan Kapolres sudah dipenuhi tetapi pada saat berlangsung proses eksekusi tiba-tiba kapolres meminta pasukannya untuk mundur. Apa dasar hukumnya sampai penudaan eksekusi,dengan begitu gampangnya dibatalkan."katanya lagi.

Diungkapkannya kekecewaannya makin bertambah saat di lokasi eksekusi mereka langsung ditinggalkan begitu saja, padahal segala persiapan eksekusi telah di sediakan seperti tiga alat berat excavator, patok dan sejumlah alat lainnya.

Kuasa hukum lainnya  mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya merasa dikelabui saat kapolres melakukan penyisiran ternyata hanya untuk membersihkan jalan trans sulawesi tujuannya agar supaya arus lalu lintas tidak lumpuh.

"Kami sebenarnya sudah tau kalau ada perintah dari Kpolda untuk ditunda tetapi kami minta tetap dilaksanakan makanya kami nego agar eksekusi tetap dilaksanakan dengan syarat rumah warga tidak dirobohkan.tetapi begitu jalan raya sudah terbuka tiba-tiba seluruh pasukan ditarik mundur."kesalnya

Namun untuk memperoleh kepastian alasan penundaan eksekusi mereka akan meminta penjelasan secara tertulis agar dapat dipertanggungjawabkan.

Selain meminta klarifikasi tertulis ke Kapolda Sulsel dan meminta pengembalian uang, kelima Kuasa hukum Muhammad Nur akan mengajukan kembali permohonan ke Pengadilan Negeri Palopo.

Belum dapat dipastikan apakah tetap meminta aparat dari Polres Palopo bila nantinya eksekusi dilaksanakan kembali. Mereka belum menyebutkan menggunakan aparat dari mana yang pastinya kelima kuasa hukum Muhammad Nur ini mengaku sangat kecewa atas kegagalan Kapolres Palopo mengawal pelaksanaan eksekusi.(wandy)  
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment