Jelang Musim Tanam, Bupati Lutim dan Petani Tudang Sipulung

Jelang Musim Tanam, Bupati Lutim dan Petani Tudang Sipulung
Tudang sipulung dengan petani. 
LUTIM, KLIKNEWS.ID --- Para petani di Kabupaten Luwu Timur melakukan tudang sipulung menghadapi musim tanam (MT) Oktober 2015 - Maret 2016, di areal persawahan Desa Patengko Kecamatan Tomoni Timur, Selasa (10/05/2016).

Tudang Sipulung ini dihadiri langsung Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, Wakil Ketua DPRD, Aris Situmorang juga menyepakati pembagian zona jadwal tanam. Hadir pula Kepala Bakorluh Provinsi Sulsel, ir. Hj. Dahrianti dan mewakili Kadis Pertanian  Sulsel, Arfain dan Kepala IP3OPT, Syamsul SP, MP.

Untuk jadwal tanam 1 meliputi Kecamatan Kalaena, Angkona, Mangkutana, Tomoni dan Tomoni Timur dengan rencana hambur 29 Juni hingga 5 Juli, tanam 14-21 juli dan panen diperkirakan 27 September mendatang. Sementara jadwal tanam 2 meliputi Kecamatan Wotu dan Burau dimana hambur 1-7 Agustus kemudian tanam 15-23 Agustus dan panen diperkirakan tangga 29 November 2016.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K), Nursih Hariani mengatakan Tudang Sipulung ini dilakukan dalam rangka memperkuat dan terus meningkatkan produksi pangan di Luwu Timur, dimana kegiatan ini memadukan budaya kearifan lokal dan teknologi, sekaligus menentukan jadwal tanam yang disesuaikan dengan kondisi atau musim yang diperkirakan bisa berubah setiap tahunnya.

“Melalui tudang sipulung, petani secara serempak bisa merumuskan bersama sehingga bisa memicu pertumbuhan dan produktifitas hasil Pertanian bisa meningkat,” ungkap Nursih.

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengharapkan tudang sipulung ini dapat meningkatkan produksi dan produktifitas dibanding musim tanam lalu. Makanya setiap kali tudang sipulung, perlu dilakukan evaluasi kelemahan, kekurangan dan kelebihan yang menjadi penghambat untuk mencapai target produksi pada musim tanam berikutnya.

Sebagai gambaran, kata Husler, luas areal tanam komoditas padi pada tahun 2015 seluas 38.527 ha, dan luas panen 38.924 ha dengan jumlah produksi 279.233,55 ton gabah kering panen (GKP) dan produktivitas rata-rata 7,17 ton pehektar.

"Saya berharap melalui musim tanam oktober-maret ini, produksi kedepan bisa lebih meningkat lagi" tutupnya. (hr/hms)

Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment