Ditemukan Baju Berlambang PKI di Kabupaten Luwu

Ditemukan Baju Berlambang PKI Di Kabupaten Luwu
BELOPA, KLIKNEWS.ID ---Baju berwarna hitam dengan logo palu arit berwarna merah, diatasnya terdapat gambar bintang disertai gambar seorang pemimpin dari China, Asia Timur ditemukan di Belopa, Kabupaten Luwu. Selasa (16/05). Baju tersebut digunakan MR yang didapatkan dari salah seorang penjual cakar yang selama ini berjualan di Belopa. 

Menurut keterangan MR  baju tersebut sudah dimilikinya jauh hari sebelum isu PKI kembali merebak di tengah masyarakat dan media sosial."Baju ini sudah lama, saya suka karena diatasnya ada gambar Bintang mirip ikon film Star Wars. Setelah isu Palu Arit heboh saya lihat baju itu ternyata ada logo palu aritnya. Sementara di belakangnya ada tulisan mirip tulisan China. Saya dapatkan ini sudah lama dari penjual Cakar di Pasar Belopa," tutur MR.

Paska hebohnya berita akan bahaya hadirnya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berlambang palu arit, dirinya enggan lagi menggunakan pakaian tersebut.Bahkan MR ingin menyerahkan Baju tersebut ke Polres Luwu agar tidak menjadi masalah bagi dirinya dikemudian hari.
"Saya tidak mau ada apa-apa hanya karena persoalan baju ini, untuk itu saya menginginkan agar baju ini diambil pihak kepolisian saja, saya takut menggunakanya, apalagi sata dengar ada kasus demikian di Luwu Timur dan dia sempat diperiksa berjam-jam oleh polisi, ini juga saya sampaikan ke media agar pihak berwajib tahu bahwa saya bukan pengikut PKI hanya kebetulan saja memiliki baju yang mirip logi PKI," jelasnya.

Kapolres Luwu, AKBP Ahmad Yanuar Insan, usai Apel Gabungan operasi patuh mengatakan belum mengetahui terkait temuan baju diatas. "Saya baru dengar, nanti saya minta anggota cari tahu," katanya.Terkait penindakan ataupun antisipasi akan muncuknya PKI di Indonesia khususnya di Kabupayen Luwu, Kapolres Luwu menegaskan jika mereka serius untuk meberantas PKI jika ada di Kabupaten Luwu.

Menurutnya, saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi adanya gerakan PKI di Kabupaten Luwu, namun pihaknya intens melakukan pemantauan soal itu."Kami serius untuk memantau ini, apalagi sudah ada perintah dari pimpinan. Terkait pencegahan dan pemberantasan tentu kita akan kordinasikan dengan Dandim serta pihak kejaksaan, karena merupakan tugas bersama," katanya.

Ditegaskan bahwa jika ada yang dengan sengaja menganut dan menyebarkan faham tersebut akan ada tindakan tegas. (tri)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment