AMAN: PLTA Seko Langgar Perda, Ini Alasannya

AMAN: PLTA Seko Langgar Perda, Ini Alasannya
AMAN saat jumpa pers. 
PALOPO, KLIKNEWS.ID---Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di kecamatan Seko dinilai melanggar Peraturan Daerah (perda) tahun 2004 tentang masyarakat adat di kabupaten Luwu Utara.Hal ini diungkapkan Ketua Aliasi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Tanah Luwu Bata Manurung.

Bersama Perwakilan Gerakan Masyarakat Salombengan (Gemas) di rumah Aspirasi Jalab Anggrek Kota Palopo, Kamis, (16/05) Bata mengungkapkan rujukan segala pembangunan yang menyentuh masyarakat adat harus berdasarkan perda karena tujuan perda itu dibuat untuk melindungi masyarakat khususnya yang berada di kecamatan Seko.

"Selain memperhatikan sumber penghidupan masyarakat seko yang bercocok tanam  pemerintah juga harus menjadikan perda masyarakat adat sebagai rujukan segala pembangunan yang menyentuh masyarakat adat di Luwu Utara," kata Bata Manurung.

Ia berharap pembangunan PLTA di kecamatan Seko tetap berpedoman pada sejumlah peraturan perundang-undangan yang ada. Mulai dari Undang-undang peraturan pemerintah, perda termasuk perijinan lainnya seperti Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

Pembangunan PLTA merupakan program pemerintah pusat. Sejak perencanaan awal masyarakat Seko sudah menolak pembangunan berdaya 480 Megawatt itu. Alasannya ada sekitar 1000 rumah penduduk terancam tenggelam karena letaknya diapit dua sungai, dimana dibawahnya akan dilalui terowongan besar. (wandi)


Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment