Tanggapi Pungutan Rp150 Ribu Bagi CPNS K2, BNN Jumpa Pers, Ini Penjelasannya

Tanggapi Pungutan Rp150 Ribu Bagi CPNS K2, BNN Jumpa Pers, Ini Penjelasannya
BNN Palopo saat jumpa pers sore tadi. 
PALOPO, KLIKNEWS.ID --- Menanggapi beberapa pemberitaan yang mengabarkan soal pembayaran Rp150 ribu bagi 431 CPNS K2 yang ikut tes urine pekan kemarin, BNN Kota Palopo menggelar jumpa pers untuk menjelaskan masalah tersebut, Senin 25 April 2016, di kantor BNN Palopo, sore tadi.


Baca Juga : Teken Rp100 Ribu, Tes Urine CPNS K2 Bayar Rp150 Ribu


Kepala BNN Kota Palopo, Maximilian Sahese, menjelaskan, adanya pungutan Rp150 ribu tersebut adalah karena tidak ada anggaran yang diperuntukkan untuk itu. Makanya, atas persetujuan semua pihak, dipungutlah Rp150 ribu per orang.

"Rp150 ribu itu terdiri dari Rp100 ribu untuk alat tes urine dan Rp50 ribu untuk menunjang kegiatan. Seperti snack, foto copy penggadaan formulir dan administrasi lainnya, dan air mineral yang dipakai minum dan sekaligus dipakai untuk menyiram usai buang air kecil. Sebab di tempat tes, (lantai 2 kantor wali kota, red) tersebut tidak mengalir air," jelasnya.

Belum lagi, lanjut Max, ongkos kirim alat juga memakan biaya. Sebab kami memesan alat dari Jakarta. "Jadi kami tidak pernah mencari keuntungan pribadi dari kegiatan BNN. Apa bedanya dengan pemeriksaan kesehatan dengan tes urinenya, yang sama-sama dibayar," tegasnya.

Sekda Kota Palopo, HM Kasim Alwi, menyebutkan, karena tidak adanya anggaran untuk tes urine tersebut, maka kedepan pihaknya berharap agar dianggarkan dalam APBD. Sebab menurutnya, hal ini urgen untuk dilaksanakan.

Hadir dalam jumpa pers tersebut wakil Ketua I DPRD Palopo Aziz Bustam, dan Sekretaris BKD Palopo Iwan Mursalim. (tri)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment