Pariwisata Palopo Dorong Pengentasan Kemiskinan

Pariwisata Palopo Dorong Pengentasan Kemiskinan
PALOPO - Pembangunan sektor pariwisata didorong menjadi bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Untuk itu, sektor pariwisata diarahkan melakukan pendekatan berbasis masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Palopo , Renaldi, saat berbicara di hadapan para pelaku dan pemangku kepentingan kepariwisataan Kota Palopo, Kamis (21/4). Renaldi mengatakan bahwa bisnis pariwisata akan diarahkan tidak hanya dinikmati oleh industri, namun pula dapat menggairahkan ekonomi kerakyatan. "Kita berupaya agar pembangunan pariwisata ini menggunakan pendekatan pro poor tourism. Untuk itu, pariwisata tidak boleh hanya dinikmati oleh industri semata, tetapi harus dirasakan pula oleh masyarakat sekitar", kata Renaldi. Renaldi menambahkan bahwa saat ini bisnis pariwisata digerakkan oleh 80 persen usaha-usaha rakyat, sehingga hal tersebut sangat potensial sekali menjadi jembatan dalam mengentaskan kemiskinan. Hal-hal tersebut telah mulai dilakukan oleh Pemkot Palopo melalui program-program kewirausahaan seperti produk Zaro yang juga mendukung sektor pariwisata Kota Palopo. Hal yang sama diungkapkan oleh, Pembantu Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Darmayasin, yang hadir pada Penyuluhan Bidang Kepariwisataan, Kamis (21/4) di Auditorium Saokotae. Ia mengungkapkan bahwa negara-negara maju saat ini telah menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomiannya. Pariwisata jika dipahami dan dikelola dengan baik, niscaya dapat membawa kesejahteraan bagi kita semua. "Pembangunan pariwisata itu membawa dampak yang positif bagi warga. Namun demikian, memang ada hal-hal tertentu yang harus dieliminir. Oleh karena itu, yang perlu selalu didiskusikan adalah pariwisata positif, yang sesuai dengan norma-norma yang ada", kata Darmayasin. Pada kesempatan tersebut, Darmayasin mengungkapkan bahwa sektor pariwisata menempati urutan keempat dalam kontributor terbesar dalam perekonomian Indonesia. Alokasi anggaran untuk pengembangan pariwisata masyarakat meningkat menjadi Rp 3 Trilun pada 2016. Dengan anggaran tersebut, tahun ini pemerintah pusat menargetkan 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa dirinya juga telah merespon peluang-peluang pengembangan pariwisata di Kota Palopo, khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurutnya, beberapa program telah disusun khususnya untuk pengembangan UMKM berbasis pariwisata. Hal tersebut dilakukannya dengan mulai menyusun disain teknis pusat kuliner dan cinderamata Palopo. "Ke depan, untuk menunjang sektor pariwisata ini, kita butuh sumber daya manusia yang terampil. Oleh karena itu, perlu pelatihan-pelatihan dan sekolah pariwisata. Kami akan berusaha untuk mendorong agar anak-anak kita lebih tertarik untuk masuk ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi pariwisata", kata HM Judas Amir.(Humas)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment