Mentri Desa Ingatkan Fokus Penggunaan Dana Desa

PANGKEP, KLIKNEWS.ID - Menteri Desa, Pembagunan Dasrah Tertinggal dan Transmigrasi, Mawrwan Jafar, menegaskan, agar penggunaan dana desa yang dialokasin kepada desa-desa yang ada di seluruh Indonesia benar-benar digunakan sesui dengan peruntukannya.
Marwan menjelaskan, pemberian dana desa tersebut dimaksudkan untuk bisa membangun desa dan memberdayakan masyarakat desa.
“Penggunaan dana desa ini harus fokus pada tiga hal, yaitu untuk pembangunan Infrastruktur di pedesaan, membangun sarana dan prasarana desa, dan meningkatkan kapasitas ekononi desa,” jelas Marwan, usai meresmikan Sekolah Perempuan di Pulau Kulambing, Desa Mattiro Uleng, Kabupaten Pangkep.
Marwan juga mewanti-wanti agar pengelolaan dana desa dilakukan secara padat karya dan tidak boleh dipihak ketigakan.
“Harus benar-benar melibatkan masyarakat desa, tidak boleh ditenderkan atau dikerjakan oleh kontraktor,” tegasnya.
Pihaknya juga menyadari keterbatasan kemamluan sarana dan SDM di desa dalam lengelolaan dana desa ini. Terutama dalam hal pelaporan. Untuk itu, Marwan mengatakan, pihaknya sudah membuat regulasi melalui surat keputusan bersama tiga menteri terkait kemudahan pelaporan penggunaan dana desa ini.
“Sudah ada SKB tiga Menteri untuk kemudahan pelaporan penggunaan dana desa ini. Sudah disiapkan format pelaporannya, dan itu kita buat sesederhana mungkin agar tidak menyulitkan administrasinya,” ungkapnya.
Lebih jauh Marwan mengatakan, Kementerian desa mendorong penuh dan berkomitmen untuk memperhatikan dan membantu masyarakat desa, dengan mensinergikan program yang ada di daerah dengan program kementerian.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, alokasi dana desa yang dianggarkan oleh pemerintah pusat setiap tahunnya terus ditingkatkan dari segi jumlahnya.
“Tahun 2015 itu hanya 300 juta per desa, dan di tahun 2016 ini kita naikkan menjadi 800 juta per desa. Selain itu untuk memberikan kemudahan dan agar penyerapannya bisa optimal, proses pencairannya untuk tahun ini pun dilakukan hanya dengan dua kali termyn, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilakukan dengan tiga kali termyn,” paparnya.
Marwan juga mengaku, lenyerapan dana desa hingga saat ini persentasenya erus menunjukkan peningkatan seiring dengan pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang dilakukan di desa-desa.
“Secara keseluruhan, penyerapannya itu sudah mencapai 93 persen, termasuk di Sulsel juga penyerapannya sangat baik” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid, mengatakan, dengan adanya alokasi dana desa yang dikucurkan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur di pedesaan manfaatnya sangat terasa dan terlihat.
Hal ini terbukti dengan peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat di pedesaan.
“Alhamdulillah lima tahun yang lalu, Pangkep masih masuk kategori daerah tertinggal, tetapi saat ini sudah tidak seperti itu lagi. Dana desa yang dialokasikan untuk setiap desa di Pangkep benar-benar digunakan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur di desa, seperti membangun Posyandu dan berbagai sarana lainnya,” ujarnya (Sumber Jurnal Post)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment