Dua Kader PAN Berpeluang Maju di Pilkada Luwu

Dua Kader PAN  Berpeluang Maju Di Pilkada Luwu
Ket : Dua Kader PAN Yang Berpeluang Maju di Pilkada Luwu  yakni Bukhari Kahar dan Husmaruddin
BELOPA, KLIKNEWS.ID --- Perhelatan pilkada Luwu memang baru akan berlangsung pada Juni 2018 mendatang. Meski masih terbilang cukup jauh, sejumlah figur sudah mewacana. Mulai dari kalangan politisi, birokrasi, pengusaha, akademisi, hingga tokoh masyarakat disebut-sebut bakal maju bertarung di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Bahkan, tak jarang, sejumlah figur yang masih satu almamater sama-sama ngotot ingin maju. Sehingga, "perebutan" partai sebagai kendaraan politik tak bisa dihindari. contohnya dua kader Partai Amanat Nasional (PAN), Buhari Kahar Mudzakkar (BKM) dan Husmaruddin. Sebagai kader partai berlambang matahari terbit, keduanya tentu sangat berharap bisa mengendarai PAN
.
Apalagi PAN di Luwu punya modal yang cukup besar, yakni 4 kursi di DPRD dan merupakan salah satu partai yang masuk dalam jajaran partai elit.Jika berbicara peluang, kedua figur diatas bisa dikatakan memiliki peluang yang hampir sama mengendari PAN. Karena sama-sama punya kekuatan. Saat ini, BKM yang juga merupakan adik bupati Luwu dua periode Andi Mudzakkar merupakan Korwil Luwu DPW PAN Sulsel.

Sementara Husmaruddin yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Sulsel masih tercatat selaku Ketua DPD PAN Luwu. Olehnya itu, lobi-lobi politik keduanya akan menentukan, siap yang berhak mengendarai PAN maju di pilkada Luwu.

Ketua Bidang Keagamaan DPP PAN Amran, SE kepada Palopo Pos, belum lama ini menjelaskan bahwa ada dua nama dari internal PAN yang digadang-gadang akan maju di Luwu. "Sejauh ini yang saya amati. Kader PAN yang kemungkinan siap maju di Luwu yakni Buhari dan Husmaruddin," terang Amran yang juga Anggota DPR RI dua periode.

Amran membeberkan apabila kedua kader diatas paling bepeluang mengendari PAN. Apalagi, pada pilkada kali ini, PAN lebih mengutamakan mengusung kader. "PAN lebih mengutamakan kader. Meski tetap akan dilakukan survei untuk melihat sejauh mana elektabilitas dan popularitasnya," paparnya.(Tri)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment