Muswil Muhammadiyah: Wakil Ketua DPRD Sumbang Tiket Mks-Jogya

PALOPO, KLIKNEWS.ID ---Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel, Asbul Kahfi, menyumbang tiket pesawat pulang pergi Makassar-Jogya sebagai hadiah pada acara pawai taaruf dari Lapangan Gaspa menuju Lapangan Pancasila rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) Muhammadiyah di Kota Palopo.

Tiket Makassar-Jogya dan Jogya-Makassar ini didapat oleh salah seorang Mahasiswa Akbid di Kota Palopo. Dalam pawai taaruf ini, sedikitnya diikuti oleh 1.000 orang peserta Muswil Muhammdiyah dan penggembira.

Selain Ashabul Kahfi, anggota DPRD Provinsi lainnya, Husmaruddin juga ikut menyumbang hadiah tiket pesawat Makassar-Surabaya dan Surabaya-Makassar. Ada juga dua unit hadiah motor dari Ketua PP Unismuh dan Ketua Panitia Pusat H Darwis Lantik.

Terkait Muswil Muhammadiyah yang dipusatkan di Kampus Muhammadiyah Kota Palopo ini, dijadwalkan akan diikuti ribuan peserta Muhammadiyah dari 23 Kabupaten dan Kota di Sulsel.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan Muswil Muhammadiyah akan dibuka oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Kamis, (24/12) hari ini. Rencananya muswil ini akan berlangsung hingga 26 Desember 2016 Sabtu lusa.

Menurut stering komite, Samsuriadi menyebutkan hingga siang kemarin calon sementara pimpinan Muhamadiyah Wilayah Sulsel menyisahkan 91 nama.

"Malam (kemarin malam,red) ini akan dikerucutkan menjadi 39 nama calon tetap, 39 nama yang keluar sebentar malam akan dibawah ke Muswil 25 Desember untuk memilih 13 nama calon pimpinan Muhammadiyah nantinya," ujar Samsuriadi.

Menarik dalam 91 nama yang akan dikocok sebentar malam 4 orang diantaranya adalah politisi yang berasal dari Partai Amant Nasional 3 orang masing-masing, Irianto Sulaimen, Ahmad, Jamil Misbah, dan dari Partai Demokrat satu orang yakni Ramli Haba.

"Mereka bukan lagi anggota Partai PAN dan Demokray sebenarnya karena salah satu syarat masuk dalam bursa calon pimpinan Muhammadiyah adalah bukan dari orang partai, artinya mereka ini telah mundur dari partai," ujarnya.

Ditambahkan Samsuriadi, jika sebenarnya ada lima orang politisi awalnya yang mendaftra dalam bursa bakal calon pimpinan Muhammadiya salah seorang lagi dari Partai Golkar. "Namun politisi Golkar ini tidak menyerahkan surat pengunduran dari Partai, makanya gugur," kuncinya.  (Che)
Share on Google Plus

0 comments:

Post a Comment